Posted on 17 September 2009 by Muksin Deng

1. Beragam Cara Menjadi Seorang Vegetarian
Sebelum mulai menjalani pola hidup sebagai seorang vegetarian, anda harus benar-benar memantapkan niat. Bila niat anda menjadi seorang vegetarian karena masalah kesehatan dan memang dianjurkan oleh dokter, maka kemungkinan besar anda bisa sukses menjalankan pola hidup ini. Siapa lagi yang bisa menjaga kesehatan anda selain anda sendiri bukan?
Memang pada awalnya terasa berat, karena anda terbiasa mencicipi makanan yang menggunakan daging dengan rasa gurih. Seringkali hal ini membuat anda tergoda untuk kembali mengonsumsi daging. Namun dengan berpikiran positif dan keinginan untuk mencapai tujuan yang kuat, anda pasti bisa menjadi seorang vegetarian. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Tips dan Cara Menjadi Vegetarian | Ditandai: cara, pemula, tip | 3 Komentar »
Posted on 19 September 2009 by Muksin Deng
Get the real story

The authors of the USDA Food Guide Pyramid have had many political ties to animal agriculture. Their recommendations reflect this, and even when the guidelines are strictly followed, they still promote chronic disease.
Be Beautiful!

Dairy products are linked to acne, and cutting out dairy may reduce or eliminate acne for many people.
Health and Wealth Can Go Together

The same whole-foods, plant-based diet protects against all the diseases of affluence. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Why Eat Plant-based Diet ? | Ditandai: Avoid Allergies, Be Beautiful, diet, Eat, Enjoy Retirement, go on vacation, Health, Healthy, Improve Athletic Performance, Keep bones strong, Keep Your Mind Sharp, Live Long, Plant-based, Prevent Cancer, Prevent disease, Prevention is the Best Medicine, Protect against osteoporosis, Reduce cholosterol, Reduce risk of breast cancer, Reduce Risk of Prostate Cancer, Reserve Heart Disease, save money, Start Life on the Right Foot, Stop cancer promotion, Stop Counting Calories, Stop global warming, Sustainable Land Use, Wealth Can Go Together | Leave a Comment »
Posted on 20 September 2009 by Muksin Deng

Masa menyusui, yaitu aliran susu dari payudara untuk menyusui bayi, dimulai segera setelah kelahiran. Kealamian dari proses ini ditunjukkan oleh kenyataan bahwa ibu yang memilih untuk tidak memberikan ASI harus disuntik dengan obat yang menghalangi aliran susu. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Masa Menyusui | Ditandai: ASI, bayi, cobalamin, colostrum, energi, magnesium, makanan padat, Masa Menyusui, niacin, payudara, pertumbuhan, protein, RDA, riboflavin, selenium, susu formula, thiamin, vitamin A dan E, yodium, zinc | 2 Komentar »
Posted on 20 September 2009 by Muksin Deng

Setelah sukses menyelenggarakan Kongres Vegetarian Asia Tenggara 2008 pada tanggal 24-25 Mei 2008 yang lalu, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: World Vegetarian Congress 2010 | Ditandai: 2010, Congress, vegetarian, World | 1 Komentar »
Posted on 23 September 2009 by Muksin Deng
Comparative Anatomi : Carnivora, Herbivora, Omnivora

Bila dilihat dari struktur anatomi tubuhnya, tubuh manusia lebih cocok untuk mengonsumsi tumbuh-tumbuhan daripada daging. Hal itulah yang menyebabkan mengapa para vegetarian lebih sehat daripada pemakan daging. Berikut akan dibahas perbedaan struktur anatomi hewan karnivora dengan manusia dan herbivora. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Comparative Anatomi Carnivora Herbivora Omnivora | Ditandai: anatomi, camparative, colon, facial muscles, Gigi dan Mulut, Herbivora, jaw structure, Keasaman Lambung, kidney, liver, Omnivora, Our human body is not suited for meat, Panjang Usus, saliva, stomach acidity, teeth structure, we are closest to the herbivore | 1 Komentar »
Posted on 26 Oktober 2009 by Muksin Deng

(Oleh Prasasto Satwiko)
Banyak sekali logika semu dan mitos di sekitar kita yang dibangun turun temurun dengan atau tanpa bantuan pendekonstruksi pikiran seperti telah kita bahas. Logika semu dan mitos tersebut antara lain:
· Jika tidak makan daging, tubuh akan lemas. Fakta: tubuh membiasakan diri terhadap makanan. Dalam satu dua hari mungkin akan terasa lemas karena tubuh mengharapkan daging, namun dalam tiga empat hari berikutnya tidak akan lagi bermasalah. Mirip perokok yang tiba-tiba berhenti merokok, mungkin akan merasakan perasaan aneh. Tubuh lemas atau tidak adalah bersifat individual, tidak semua lemas, banyak juga yang biasa-biasa saja, bahkan banyak di antaranya yang sengaja mengamati perubahan yang dirasakan. Energi dari sumber makanan nabati cukup.
· Jika tidak makan daging, tubuh akan kekurangan gizi. Fakta: ahli nutrisi menyatakan menu nabati cukup gizi. Jika ada kekurangan, seperti vitamin B12 misalnya, dengan mudah diatasi. Kekurangan yang ada pada makanan berbasis nabati hanya bersifat minor (mudah diatasi) dibandingkan dengan keuntungan yang besar.

Perbandingan kandungan antara 100 gram tempe dan daging. Protein dalam tempe sebanding dengan protein dalam daging ternak. (Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan, RI, 1992 Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Mitos yang Salah Tentang Vegetarian | Ditandai: daging, Mitos yang Salah Tentang Vegetarian, industri, sistem perekonomian, nabati, Jika tidak makan daging, tubuh akan lemas, tubuh akan kekurangan gizi, anak laki-laki tidak akan jantan dan kuat seperti singa, membuat orang-orang bodoh, pilihan asasi, Makan daging tak berlemak itu sehat | 10 Komentar »
Posted on 27 Desember 2009 by Muksin Deng
Tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2004 bagi orang Indonesia
Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah kebutuhan tubuh secara umum untuk rata-rata orang Indonesia. Angka kecukupan gizi bukan merupakan angka yang tepat untuk setiap orang, karena kebutuhan tubuh seseorang juga dipengaruhi jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan stres.
Tabel angka kecukupan gizi bagi orang Indonesia yang dikeluarkan pada tahun 2004, dengan pembagian untuk Anak, Laki-laki, Wanita, Hamil, dan Menyusui. Angka ini untuk remaja dan dewasa berkisar diangka 2000 Kkal.
Berikut ini kebutuhan energi dalam satuan Kkal (berat dan tinggi menyesuaikan) Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Daftar Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan | Ditandai: Tabel Angka Kecukupan Gizi bagi Orang Indonesia | Leave a Comment »
Posted on 30 Januari 2010 by Muksin Deng
Tiap tahapan usia anak tenyata menyodorkan masalah makan yang khas. Dengan memahaminya diharapkan orangtua dapat lebih bijak mencari solusinya.
BAYI
Selama ibu memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulanan, kesulitan makan belum terdeteksi karena ASI merupakan satu-satunya makanan untuk si kecil. Masalah muncul ketika bayi mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Tekstur makanan yang asing membuatnya harus belajar beradaptasi. Kalau yang merawat bayi kurang sabar dan terburu-buru menyuruhnya menghabiskan makanan, bisa saja bayi menolak. Gejalanya, bayi hanya mau minum susu (tidak mau makanan pendamping), mengemut, melepeh, menyembur, memuntahkan, dan mengunci rapat bibirnya atau menangkis makanan yang datang ke arahnya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan | Ditandai: BATITA, bayi, Penyebab Bayi dan Anak Sulit Makan, PRASEKOLAH, solusi, USIA SEKOLAH | Leave a Comment »
Posted on 30 Januari 2010 by Muksin Deng

Bila sudah dari sononya, anda yang berbadan kurus kering (merit) tak perlu menjerit. Dengan mengubah pola dan takaran makan, tubuh dijamin bakal bertambah gempal. Namun, kalau tak berbuah hasil, sebaiknya lekas temui dokter.
Mia “ceking”, ini pasti bukan nama asli dari sononya. Julukan ceking buat gadis berusia 20 tahun itu memang terlontar dari mulut teman-teman kuliahnya yang suka usil. Pasalnya, dengan tinggi 160 cm, bobot badannya cuma 40 kg. Mia sih cuek saja dengan olok-olok itu. “Yang penting, kesehatan gue oke-oke saja” komentarnya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Kurus? bagaimana menaikan berat badan? | Ditandai: Kurus? bagaimana menaikan berat badan?, Menghitung bobot badan, Seringlah makan | Leave a Comment »
Posted on 29 Januari 2010 by Muksin Deng

Pemahaman orang bisa berbeda-beda. Yang sudah dianggap “benar” pun ternyata belum tentu benar.
Anak gemuk berarti sehat
Sering terjadi ibu-ibu yang masuk ke kamar praktik Dr. Luciana B. Sutanto MS. SpGK. mengeluh, “Dok, anak saya tidak mau makan.” Padahal, anaknya sudah tampak bulat. Menurut Dr. Luciana, masih banyak kaum ibu yang paling suka kalau anaknya gemuk. Gemuk atau kurus memang dapat bersifat subyektif sehingga yang aman adalah taat mengikuti petunjuk pola peningkatan tinggi dan berat badan. Anak kegemukan bisa berakibat macam-macam. ia tidak akan lincah bergerak. Barangkali ia juga akan diolok-olok kawannya. Lagi pula anak gemuk cenderung lebih sering berkeringat yang akan mengakibatkan tumbuh jamur pada lipatan-lipatan di tubuhnya. Yang paling aman adalah orang tua belajar memberikan gizi yang baik kepada anak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan makannya.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Salah Kaprah Gizi Anak | Ditandai: Salah Kaprah Gizi Anak | Leave a Comment »
Posted on 29 Januari 2010 by Muksin Deng
Meskipun bukan zat gizi utama, peran serat bagi tubuh tetap penting. Berbagai penyakit seperti kanker saluran cerna, sembelit dan obesitas dapat dipicu pola makan rendah serat. Apa sebenarnya serat? Berapa banyak asupan serat yang dianjurkan? Bagi masyarakat yang sadar kesehatan, pola makan menu seimbang tinggi serat mulai membudaya. Hal ini terbukti dengan semakin banyak produk pangan berlabel tinggi serat, misalnya roti gandum utuh berwarna coklat yang kian digemari. Walaupun rasanya seret, roti tersebut tinggi kandungan seratnya. Orang pun mulai meninggalkan roti putih lembut yang rendah serat serta tinggi lemak. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Sehat Dengan Pola Makanan Tinggi Serat | Ditandai: Sehat Dengan Pola Makanan Tinggi Serat | Leave a Comment »
Posted on 29 Januari 2010 by Muksin Deng

| Remaja adalah mereka yang berusia 10 – 19 tahun. Pada masa remaja, pertumbuhan berlangsung sangat cepat. Remaja yang pernah mengalami hambatan pertumbuhan, inilah saat yang tepat untuk mengejar ketinggalan.
Pada masa remaja, aktualisasi diri sangat diperlukan, hal ini berhubungan dengan penampilan. Langsing adalah salah satu aset yang dirasa perlu dimiliki untuk menambah nilai aktualisasi diri, sehingga segala upaya dilakukan. Kadang, keinginan melangsingkan tubuh menjadi suatu obsesi tanpa peduli pada kaidah-kaidah kesehatan. Artikel ini diharapkan menambah wacana kesehatan bagi remaja yang ingin berdiet. Baca selebihnya » |
DIarsipkan di bawah: Bolehkah Remaja Berdiet? | Ditandai: Bolehkah Remaja Berdiet? | Leave a Comment »
Posted on 29 Januari 2010 by Muksin Deng
| Bahwa serat buah dan sayur kaya manfaat, itu semua orang sepakat. Persoalannya, buah dan sayur bisa dikonsumsi dalam bermacam-macam bentuk penyajian. Bisa dimakan utuh dalam keadaan segar, bisa juga disayur, diblender, atau dijus. Pertanyaanya kemudian, bagaimana pengaruh proses penyiapan itu terhadap kandungan serat dan zat gizi lainnya. Baca selebihnya » |
DIarsipkan di bawah: Pilih yang Segar- Diblender atau Dijus? | Ditandai: Diblender, jus, Pilih yang Segar | Leave a Comment »
Posted on 26 Januari 2010 by Muksin Deng
DIarsipkan di bawah: e-book | Ditandai: e-book | Leave a Comment »
Posted on 16 Januari 2010 by Muksin Deng

BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE
Cervical Cancer: Overview and Risk Factors
A century ago, cervical cancer was one of the deadliest cancers. It is still the second most common cause of cancer death in third–world countries. However, there has been a 75 percent decrease in the incidence and mortality rate in the United States and other developed countries over the past 50 years. This is due to widespread Pap smear screening programs that identify cases in the early stages of disease. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Cervical Cancer | Ditandai: Cervical Cancer | Leave a Comment »
Posted on 16 Januari 2010 by Muksin Deng

BY: PAM POPPER, ND
Lack of information and misinformation are rampant in the cancer field. Most people are unaware that most traditional cancer treatments don’t work and that there are alternatives. When I make this statement many people are quick to refer to a friend or relative who had cancer a couple of years ago and recovered. However, the recovery may be temporary, as there is a very high recurrence rate for many types of cancer.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Breast Cancer Recurrence | Ditandai: Breast Cancer Recurrence | Leave a Comment »
Posted on 16 Januari 2010 by Muksin Deng

BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE
Breast Cancer: Overview and Risk Factors
Breast cancer is the most common cancer of women and the second most common cause of cancer death in women. In the United States, one in nine women will be diagnosed with invasive breast cancer over a lifetime. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Breast Cancer | Ditandai: breast cancer | Leave a Comment »
Posted on 14 Januari 2010 by Muksin Deng

A Natural Approach to Menopause
BY: PHYSICIANS COMMITTEE FOR RESPONSIBLE MEDICINE
Every day, in hundreds of doctors’ offices, the same conversation takes place between women going through menopause and their doctors. The doctor writes out a prescription for estrogen pills or patches, saying they will replace the hormones her body ought to be making. They will cure her hot flashes, slow her bone loss, and reduce her risk of a heart attack. The patient asks if the pills cause cancer. The doctor acknowledges that there is an increased risk of uterine and breast cancer, but argues that the benefits to the heart and bones are worth taking the chance. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Pendekatan Alami Menopause | Ditandai: Pendekatan Alami Menopause | Leave a Comment »
Posted on 14 Januari 2010 by Muksin Deng
Carl E. Polan,1* Johnnie R. Hayes,2 and T. Colin Campbell2
Four lactating cows, in a Latin square design. were fed concentrate containing either 10, 50, 250, or 1250 ppb of aflatoxin 131 (AFB1) for 14 days with no AFB1 for 56 days between treatment. Within squares the cow on the highest dose received [3H]AFBi to follow excretion patterns. AFM1 in milk increased to day 4 with little change through day 14 in cows fed 250 and 1250 ppb of AFB1. Two days after treatment cessation Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Consumption and Fate of Aflatoxin B1 by Lactating Cows | Ditandai: Consumption and Fate of Aflatoxin B1 by Lactating Cows | Leave a Comment »
Posted on 14 Januari 2010 by Muksin Deng
Nancy Po4ischman, Charles E McCulloch, Tim Byers, Takuma Nemoto, Nancy .Stubbe, Robert Milch, Robert Parker, Kathleen Al Rasmussen, Martin Root. Saxon Graham, and T Colin Campbell
ABSTRACT A case-control study of breast cancer was conducted in Buffalo. Participants completed a food frequency questionnaire and donated a fasting blood sample before definitive workup for breast masses. Dietary and plasma concentrations of carotenoids and retinol for 83 women found to have breast cancer were compared with those of 113 women found to he free of breast cancer (control subjects). Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Breast cancer and dietary and plasma concentrations of carotenoids and vitamin A1-3 | Ditandai: benign breast disease, breast cancer, Carotenoids, diet, epidemiology, plasma, vitamin A | Leave a Comment »
Posted on 14 Januari 2010 by Muksin Deng
Johnnie R. Hayes, Carl. K Polan, and T. Colin Campbell*
Studies were undertaken to determine which of the aflatoxin (AF) metabolites may occur as significant residues in edible meat products from cows fed AFB,. In the first experiment, He-labeled AFI31 was incubated with bovine liver preparations to determine which metabolites could be produced. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Breast cancer and dietary and plasma concentrations of carotenoids and vitamin A1-3 | Ditandai: Bovine Liver Metabolism and Tissue Distribution of Aflatoxin B1 | Leave a Comment »
Posted on 14 Januari 2010 by Muksin Deng
J.-F. Hu1, X.-H. Zhao2, B. Parpial, J.-S. Chen2 and T. C. Campbell’
‘Division of Nutritional Sciences. Cornell Universir•. Ithaca, NY 14853, USA: and 2lnstitute of Nutrition and Food Hygiene, Chinese Academy of Preventive Medicine, Beijing, China
Objective: A ‘modified’ household dietary method to estimate individual intakes from total household intakes was evaluated in comparison to the individual food weighing method, i.e. direct weighing of foods consumed by individuals. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Assessment of a modified household food weighing method in a study of bone health in China | Ditandai: Assessment of a modified household food weighing method in a study of bone health in China | Leave a Comment »