Silent Killers: Mengapa Diabetes, Hipertensi, Obesitas & Kolesterol Sering Tidak Disadari?
Penyakit-penyakit ini sering hadir tanpa gejala, tapi dampaknya bisa besar. Apa penyebabnya? Bagaimana cara mencegahnya? Dan apa peran pola makan dalam semua ini?
Bersama narasumber inspiratif, dr. Satyawira Aryawan Deng MKM (Gizi) CHt AIFO-K AIFMO, kita akan kupas tuntas soal gaya hidup sehat dan pentingnya kesadaran sejak dini.
📣 Jangan lewatkan sesi penuh insight ini di tengah kemeriahan Vegan Celebration 2025!
Roasted Kacang Tanah Kupas – Oven – Panggang – Rasa Original/Asin – Ukuran Kecil / Sedang /Besar
Roasted Kacang Tanah Kupas
Terdiri dari varian ukuran
Kecil : 51/61
Sedang : 41/51
Besar : 25/29
Terdiri dari varian rasa dan komposisi
Original : kacang tanah kupas
Asin : kacang tanah kupas, garam, dan bumbu nabati
Mengapa Memilih Roasted Kacang Tanah Kuartet Nabati
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh dan renyah/ garing baru panggang
* Pilihan kacang terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
Menjeda konsumsi buah sebelum atau sesudah makan utama punya alasan fisiologis yang penting, terutama dalam konteks fat loss dan pencernaan yang optimal.
Berikut alasan kenapa buah sebaiknya tidak langsung dimakan barengan dengan makan utama, tapi di jeda sekitar 30–60 menit:
✅ 1. Hindari Fermentasi di Lambung
Buah, terutama yang tinggi gula alami (fruktosa), cepat dicerna.
Kalau dimakan bersamaan dengan makanan berat (nasi, daging), buah akan terjebak lebih lama di lambung → bisa fermentasi, kembung, dan gas.
✅ 2. Cegah Lonjakan Gula Darah Berlebih
Makan buah setelah nasi atau karbohidrat bisa menyebabkan lonjakan gula darah lebih tajam, karena dua sumber glukosa masuk bersamaan.
Kurang ideal jika lagi program fat loss, terutama jika buahnya berindeks glikemik tinggi (misal semangka, pisang matang, kurma).
✅ 3. Optimalkan Penyerapan Nutrisi
Enzim pencernaan yang memproses buah dan makanan berat berbeda.
Memberi jeda makan (buah 30 menit sebelum atau 1 jam sesudah makan) memberi tubuh waktu menyerap nutrisi dengan lebih optimal.
✅ 4. Kontrol Nafsu Makan
Makan buah tinggi serat seperti apel, pir, pepaya 30 menit sebelum makan bisa membantu kenyang lebih cepat, sehingga makan utama lebih terkontrol porsinya.
🚫 Catatan Penting:
– Hindari makan buah malam hari setelah makan besar, apalagi buah manis → bisa meningkatkan kalori harian & risiko naik gula darah.
Mengapa Memilih Roasted Mix Almond + Mede Kuartet Nabati
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh dan renyah/ garing baru panggang
* Pilihan kacang terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh
* Pilihan biji terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
Roasted Sunflower Seeds / Biji Bunga Matahari Kupas – Oven – Matang – Panggang – Varian Rasa Original/ Asin/ Aktivasi
Terdiri dari 3 Varian & Komposisi
Original : Biji bunga matahari
Asin : Biji bunga matahari, garam, dan bumbu nabati
Aktivasi : Biji bunga matahari & garam
Aktivasi : Biji bunga matahari direndam oleh air garam selama 8-12 jam untuk menghilangkan phytic acid dan enzym inhibitors. Setelah direndam, Biji bunga matahari dibilas bersih lalu di-dehidrasi dengan menggunakan dehydrator dengan suhu rendah selama 8-12 jam, yang bertujuan menjaga NUTRISI dalam kacang/biji tetap TERJAGA, siap dimakan, dan juga membuat Biji bunga matahari terasa RENYAH.
Cara konsumsi : bisa dimakan langsung sebagai cemilan sehat
Mengapa Memilih Roasted Sunflower Seeds Kuartet Nabati
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh dan renyah/ garing baru panggang
* Pilihan biji terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
Mengapa Memilih Roasted Mix Almond + Mede Kuartet Nabati
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh dan renyah/ garing baru panggang, produksi setiap hari kerja, maksimal 3 hari (bukan stok lama)
* Pilihan kacang terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
* Dipanggang tanpa menggunakan minyak
* Vegan (Tanpa mengandung hewani dan bawang)
PIRT
Sebaiknya disimpan di ruang AC ± 20° C agar lebih tahan lama
Unique Selling Point
Kacang almond panggang kupas
Dengan rasa original yang lezat
Tinggi antioksidan, penambah energi, menstabilkan tensi atau tekanan darah, menurunkan berat badan, menguatkan tulang
Bahan berkualitas tinggi
Tidak mengandung bawang
Vegan
Size Almond besar
Premium class
Rasa Original
Tanpa kulit cangkang
Atribut
Bahan
Kacang almond panggang kupas
Kemasan
Plastik
Rasa
Original
——————————————————————————————————–
Mede Panggang (Oven) Utuh Sulawesi
-Cemilan sehat,
-Mede panggang bukan digoreng,
-Rasa Original
-Tidak berminyak dg manfaat yg baik untuk kesehatan (vit B, Kalium, Folat)
-Memiliki protein dan serat yang tinggi, serta rendah karbohidrat.
Hadir Mede yg lebih SEHAT untuk anda. Kacang Mede ini TIDAK DIGORENG tapi di Oven / di panggang.
Roasted/Oven : bisa dimakan langsung sebagai cemilan sehat
Mentah : Cara Penyajian : campurkan dengan susu dan masak dengan api kecil. Dapat juga direndam dengan susu biarkan semalaman di dalam kulkas dan siap dikonsumsi
Muesli Gembira merupakan salah satu pilihan sarapan yang menyehatkan. Terbuat dari kombinasi rolled oat, sunflower, pumpkin, almond, dark raisin, cranberry dan gojiberry. Saran penyajian : Campurkan dengan susu kedelai dan masak dengan api kecil. Dapat juga direndam dengan susu biarkan semalaman di dalam kulkas dan siap dikonsumsi. Tinggi serat, tinggi antioksidan, tanpa pengawet alami, dan natural untuk kesehatan jantung. Tinggi Omega 3 dan Omega 6, makanan sehat untuk mencegah penyakit.
Unique Selling Point
Salah satu pilihan sarapan yang menyehatkan
Terbuat dari kombinasi rolled oat, sunflower, pumpkin, almond, dark raisin, cranberry dan gojiberry
Saran penyajian : Campurkan dengan susu dan masak dengan api kecil
Dapat juga direndam dengan susu biarkan semalaman di dalam kulkas dan siap dikonsumsi
Tinggi serat, tinggi antioksidan, tanpa pengawet alami, dan natural untuk kesehatan jantung
Walnut adalah kacang pohon yang berasal dari keluarga Juglandaceae, terutama dari genus Juglans. Dikenal dengan cangkangnya yang keras berbentuk bulat atau oval dan daging buahnya yang renyah serta kaya akan rasa, walnut telah menjadi bagian penting dari kuliner dan pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia selama berabad-abad.
Karakteristik Fisik:
* Pohon: Pohon walnut adalah pohon gugur yang dapat tumbuh tinggi dan memiliki kanopi yang lebar. Daunnya majemuk dan beraroma khas.
* Buah: Buah walnut terdiri dari tiga lapisan:
* Kulit luar (husk): Lapisan hijau tebal yang melindungi cangkang. Saat matang, kulit ini akan pecah dan terkelupas.
* Cangkang (shell): Lapisan keras berwarna cokelat yang melindungi inti kacang. Bentuk dan tekstur cangkang bervariasi tergantung pada spesies dan kultivar.
* Inti (kernel): Bagian yang dapat dimakan, terdiri dari dua belahan yang berkerut dan dilindungi oleh lapisan kulit tipis berwarna cokelat muda. Inti inilah yang kita kenal sebagai kacang walnut.
Rasa dan Tekstur:
Walnut memiliki rasa yang kaya, sedikit pahit, dan kompleks. Beberapa orang mendeskripsikannya sebagai rasa “kayu” atau “tanah” yang lembut. Teksturnya renyah saat digigit dan sedikit berminyak karena kandungan lemaknya yang tinggi.
Nilai Nutrisi:
Walnut sangat bergizi dan merupakan sumber yang baik untuk berbagai nutrisi penting, termasuk:
* Lemak sehat: Kaya akan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, termasuk asam lemak omega-3 seperti asam alfa-linolenat (ALA).
* Protein: Menyediakan protein nabati yang signifikan.
* Serat: Kandungan seratnya membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang.
* Vitamin: Sumber vitamin E, folat, dan vitamin B6.
* Mineral: Mengandung mineral penting seperti magnesium, fosfor, kalium, dan seng.
* Antioksidan: Kaya akan senyawa antioksidan, termasuk polifenol, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penggunaan:
Walnut sangat serbaguna dan digunakan dalam berbagai cara:
* Makanan ringan: Dikonsumsi langsung sebagai camilan sehat.
* Bahan masakan: Ditambahkan ke salad, kue, roti, pasta, dan hidangan lainnya untuk memberikan rasa dan tekstur.
* Minyak walnut: Diekstrak untuk digunakan sebagai minyak goreng atau sebagai tambahan rasa pada makanan.
* Pengobatan tradisional: Secara tradisional digunakan untuk berbagai tujuan kesehatan.
Jenis-jenis Walnut:
Ada beberapa jenis walnut yang umum dikenal, di antaranya:
* Walnut Inggris (Persian Walnut) – Juglans regia: Jenis yang paling umum dikonsumsi di seluruh dunia. Memiliki cangkang yang tipis dan mudah dipecahkan, serta rasa yang lembut.
* Walnut Hitam – Juglans nigra: Memiliki cangkang yang sangat keras dan rasa yang lebih kuat dan aromatik dibandingkan walnut Inggris. Lebih sering digunakan dalam industri kayu karena kayunya yang berkualitas tinggi.
* Walnut California: Sebenarnya merupakan kultivar dari walnut Inggris yang banyak dibudidayakan di California.
Kesimpulan:
Walnut bukan hanya sekadar kacang yang lezat, tetapi juga merupakan sumber nutrisi yang kaya dan memiliki beragam manfaat. Dengan rasa dan teksturnya yang unik, walnut telah menjadi bahan penting dalam berbagai tradisi kuliner di seluruh dunia.
Cara mudah mencegah dan Memulihkan Penyakit Jantung Koroner #pjk #coronaryheartdisease #penyakitjantungkoroner #vegan #vegetarian #plant-baseddiet #polamakannabati #satyadeng #drsatyadeng #satyawiraaryawandeng
Campuran/ Mix Kacang Almond, Walnut, Pumpkin Seeds, Sunflower Seeds, Raisin, Cranberry Dan Gojiberry Terdiri dari varian Mentah : tidak segaring yang oven, bisa untuk campuran sereal Roasted/Oven : garing Cara konsumsi : bisa dimakan langsung sebagai cemilan sehat
Mengapa Memilih Campuran Kacang Almond, Walnut, Pumpkin Seeds, Sunflower Seeds, Raisin, Cranberry Dan Gojiberry Kuartet Nabati
Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
Fresh dan renyah/ garing baru panggang, produksi setiap hari kerja, maksimal 3 hari (bukan stok lama)
Pilihan kacang terbaik, Kacang tidak hancur (utuh)
Wangi & higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian
Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
Dipanggang tanpa menggunakan minyak
Vegan (tanpa mengandung hewani dan bawang)
Tanpa bahan pengawet
Bahan : berkualitas tinggi P-IRT Kadaluarsa : 1 Tahun Kemasan : plastik Branding : Kuartet Nabati
•dr. Satyawira Aryawan Deng MKM (Gizi) CHt AIFO-K AIFMO
•
•Neoplasia adalah pertumbuhan sel baru yang tidak terkendali dan tidak sesuai dengan pola pertumbuhan normal tubuh. Pertumbuhan ini dapat bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker) dan dikenal juga sebagai tumor.
•Elaborasi:
Pertumbuhan Abnormal:
•Neoplasia adalah proses di mana sel-sel tubuh mengalami pertumbuhan yang tidak terkontrol, berbeda dengan pertumbuhan sel yang normal dan teratur.
•Tumor:
•Neoplasma sering disebut juga sebagai tumor, yaitu massa atau pembengkakan yang dapat terjadi di berbagai bagian tubuh.
Jinak vs. Ganas:
•Neoplasma dapat bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).
•Neoplasma jinak biasanya tidak menyebar ke jaringan lain dan tidak mengancam nyawa, sedangkan neoplasma ganas (kanker) dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan mengancam nyawa.
•EPIDEMIOLOGI
•
●Berdasarkan Globocan 2020, di Indonesia:
○Jumlah penduduk sekitar 270 juta penduduk
○Kasus baru mencapai 400.000 kasus
○Angka kematian lebi dari 230.000 kematian
○Pada Laki-laki kasus terbanyak pada organ paru-paru, kolorektal, hati, nasofaring,
dan prostat
○Pada perempuan terbanyak pada organ payudara,serviks, ovarium, kolorektal dan tiroid
●Prevalensi menurut Riskesdas 2018 : 1,79 per 1.000 penduduk*)
■Pembentukan pirimidin primer – perbaikan DNA jadi rusak
○Virus dan Mikroba
■Virus : RNA onkogenik, DNA onkogenik, HPV, EBV, HepB&C
■Bakteri; Helicobacter phylori
•“An abnormal mass of tissue the growth of which exceeds and is uncoordinated with that of the normal tissues and persist in the same excessive manner after the cessation of the stimuli with evoked the change.” Sir Rupert Willis(1930s)
•JINAK
•Ciri Tumor Jinak
●Gambaran makroskopis dan mikroskopisnya relatif baik
E.E. Teratoma : Jaringan + carcinoma : Jaringan + sarcoma- Tiga lapis germinal layer – totipoten
•
●Tumorganas/kanker
○Asal dari sel mesenkim – “sarcoma” Fibrosarcoma, chondrosarcoma, leiomyosarcoma
○Asal dari sel epitel – “karsinoma” Squamous cell carcinoma Adenocarcinoma
○Asal dari mesenkim darah – “leukemia” atau “limfoma”
•PENGECUALIAN
•
PENGECUALIAN
● Akhiran : -oma, tetapi bersifat ganas Limfoma Melanoma Astrositoma Seminoma
● Leukemia , tumor yolk sac – ganas
● Mixed tumour (tumor campur) : ○ Asal lebih dari satu jenis sel tumor : ○ Dapat bersifat jinak (benign) atau ganas (malignant)
•
●Kanker dapat berasal dari
○Satu macam sel parenkim
○Lebih dari satu sel kanker, berasal dari satu lapisan germinativum
○Lebih dari satu sel kanker, berasal dari banyak lapisan germinativum
•Karakteristik tumor jinak dan ganas
•Karakteristik tumor jinak dan ganas
1.Differensiasi dan anaplasia
2.Rate of growth
3.Invasi lokal
4.Metastasis
Differensiasi : menyerupai sel asli, baik secara morfologi maupun fungsi
Anaplasia : Tanpa differensiasi
•Diferensia
•
Diferensiasi pada neoplasma :
Kemiripan sel tumor (bentuk dan fungsi) dengan sel normal asal.
⚫Berdifferensiasi baik (Welldifferentiated.)
⚫Berdifferensiasi buruk (PoorlyDifferentiated.)
⚫
⚫
Tumor Jinak : Tumor Ganas : Berdiferensiasi baik.- Berdiferensiasi baik.- Berdiferensiasi buruk- Tidak berdiferensiasi (undifferentiated) Diferensiasi lebih rendah à Sifat lebih ganas !!!
•
Anaplasia
1.Sel pleomorfik ; bervariasi ukuran dan bentuk
2.Morfologi inti sel yang abnormal; N/C ratio meningkat, inti irregular, hiperkromatis, anak inti prominent.
-Pada tumor ganas bersifat invasi, infiltrasi dan merusak jaringan sekitar
-Tumor keras terfiksir, sulit digerakan
–
-Pada tumor jinak tidak invasi, infiltrasi maupun bermetastasis
-Pertumbuhan lambat, biasanya berkapsul, sehingga mudah digerakan
•Metastasis
•
●Penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan tubuh ke organ atau jaringan tubuh lainnya.
●
●Jalur :
○Hematogen (via pembuluh darah vena)
○Limfogen (via pembuluh limfatik) ke kelenjar getah bening regional
○Penyebaran langsung / Perkontinuitatum
•Metastasis
●Penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan tubuh ke organ atau jaringan tubuh lainnya.
●
●Jalur :
○Hematogen (via pembuluh darah vena)
○Limfogen (via pembuluh limfatik) ke kelenjar getah bening regional
○Penyebaran langsung / Perkontinuitatum
•Karsinogen
•
● Substansi yang dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan resiko terjadinya kanker.
● Dapat berupa :
○ Bahan-bahan kimia.
○ Radiasi (UV-B, radiasi ionisasi, dll)
○ Mikroba : Virus (eg: HPV, Epstein Barr virus, virus hepatitis B & C, bakteri (eg : H. Pylori).
•Karsinogenesis
•
Proses karsinogenesis berlangsung melalui beberapa tahap (multistep) :
○ Tahap awal adalah proses inisiasi, yaitu proses yang melibatkan sel target oleh rangsangan karsinogen yang menyebabkan perubahan (mutasi) gen yang bersifat ireversibel.
○ Tahap kedua adalah proses promosi, yaitu terjadinya proliferasi dan ekspansi klonal dari sel yang sudah mengalami mutasi gen pada proses inisiasi akibat paparan karsinogen yang bersifat sebagai promotor.
○ Tahap berikutnya adalah proses progresi yaitu terjadinya pertambahan mutasi gen yang menyebabkan transformasi keganasan (kemampuan invasi, metastasis)
○ Karsinogendapat berperan sebagai inisiator atau promotor
•Kontrol normal pertumbuhan sel
•Kontrol normal pertumbuhan sel
Dalam keadaan normal, pertumbuhan dan diferensiasi sel diatur oleh proto-onkogen (growth promoting genes) yang berperan dalam mengatur proliferasi dan diferensiasi sel (misalnya : gen ras, myc, c-erb.)
● Pertumbuhan sel juga dikendalikan secara ketat oleh : ○ “Tumor suppressor genes” seperti : P53 atau gen Rb, ○ Gen pro apoptosis, yaitu gen yang mengatur mekanisme kematian sel terprogram (apoptosis) ○ “DNArepair genes”
•Karsinogenesis
•Karsinogenesis
●Pada tahapan inisiasi dapat terjadi mutasi pada : Proto- onkogen, tumor supressor gene, gen pro apoptosis atau DNA repair gene akibat paparan terhadap karsinogen yang bersifat sebagai inisiator :
○Mutasi pada protoonkogen (= onkogen) menyebabkan peningkatan laju proliferasi sel.
○Mutasi pada tumor supressor gene menyebabkan sel yang mengalami mutasi gen tidak dapat mengalami cellcyclearrestpada check point sehingga dapat lolos berproliferasi
○Mutasi pada gen pro apoptosis menyebabkan sel yang mengalami mutasi tidak dapat “dibunuh”.
○Mutasi pada DNA repair gene menyebabkan defek pada mekanisme perbaikan DNA sehingga mutasi yang terjadi pada sel tidak dapat diperbaiki.
•Karsinogenesis
•
•Pada tahapan promosi (adanya paparan terhadap substansi yang bersifat promotor) terjadi proliferasi dari sel yang mengalami mutasi pada tahapan inisiasi.
•Proliferasi sel yang terjadi menyebabkan ekspansi klonal karena adanya mutasi tambahan (“additional mutation”) pada sel-sel yang membelah ● Pada tahapan progresi terjadi mutasi tambahan yang menyebabkan keganasan (invasi dan metastasis)
•Tatanama :
•Tatanama :
• Asal epitel :
Jinak : Nama epitel kelenjar + adenoma : (Misal : adenoma tiroid) Nama epitel permukaan + papiloma : (Misal : squamous cell papilloma transitional cell papilloma)
Ganas: Nama epitel permukaan + carcinoma (Misal : squamous cell carcinoma) adenocarcinoma
• Asal mesenkim :
Nama epitel kelenjar + (Misal : thyroid adenocarcinoma)
Jinak : Nama jaringan + oma (Misal : Lipoma, osteoma)
Ganas : Nama jaringan + sarcoma osteosarcoma) (Misal : Liposarcoma,
Paket Peach Gum / Tao Jiao Set Bahan Premium – Minuman Peach Gum Sweet/ COLLAGEN Dessert
Dessert terdiri dari :
1. PEACH GUM yang berasal dari sekresi getah pohon persik yang kaya collagen dan asam amin
2. SNOW WHITE FUNGUS (JAMUR ES)
3. RED DATES (ANGCO) Premium
4. LOTUS SEEDS (BIJI TERATAI)
5. DRIED LONGAN (Buah lengkeng yang dikeringkan)
6. GOJIBERRY
7. ORGANIC BLACK CHIASEED
Bahan2 tambahan yang disarankan sesuai selera
8. Kundur manis
9. Gula batu kuning lebih sehat dari gula batu putih (opsional bisa digunakan atau tidak)
Cara masak :
• Rendam Peach Gum selama 10 jam lalu bersihkan
• Rendam Snow Fungus sampai mengembang (kira-kira 1 jam) lalu bersihkan (gunting sesuai selera)
• Belah lotus seed dan buang benihnya (batang berwana hijau) bila ada
• Air ½-2 liter air, didhkan air & masukkan semua bahan kecuali gula batu dan chia seed, rebus selama 40 menit-1 jam atau sampai lunak sesuai selera dengan api kecil
• Tambahkan gula batu dan aduk sampai rata, lalu dinginkan dan siap di makan
* Sebaiknya disimpan di ruang AC ± 20° Celcius agar lebih tahan lama
Limfedema : Definisi, Klasifikasi, Perkembangan Penyakit Oleh dr. Satyawira Aryawan Deng MKM CHt AIFO-K AIFMO
Limfedema merupakan suatu kondisi di mana terjadi retensi cairan dalam jaringan.
Limfedema adalah kondisi medis yang menyebabkan pembengkakan pada lengan atau tungkai karena adanya penumpukan cairan getah bening di jaringan tubuh.
Kondisi ini terjadi ketika sistem limfatik, yang bertanggung jawab untuk mengalirkan getah bening, mengalami gangguan.
Pembengkakan limfedema dapat menyebabkan kesulitan bergerak, nyeri, dan peningkatan risiko infeksi.
Obstruksi limfatik Pembengkakan pada tungkai, lengan, tangan dan kaki adalah hal umum, yang muncul bersamaan dengan pembesaran.
Terjadi peningkatan jumlah kapiler limfatik
Penyebab paling umum di negara tropis adalah filariasis atau kaki gajah.
Pasien limfedema ditemukan di Indonesia.
Pada mereka yang telah menjalani operasi dan terapi radiasi Kanker serviks, kanker payudara, karena dokter perlu mengangkat pembuluh limfatik dan kelenjar getah bening juga.
Radiasi setelah operasi kanker Ini menyebabkan rusaknya sistem drainase limfatik yang tidak dapat dihindari sehingga menyebabkan gejala kaki dan lengan bengkak.
Klasifikasi
1. Limfedema primer
1.1 Limfedema Kongenital
Pembengkakan pada lengan atau kaki sejak lahir
Atau ditemukan pada Sindrom Klippel Trenaunay (KTS)
1.2 Limfedema Praecox Dini
Terjadi pembengkakan pada punggung sebelum umur 35 tahun, terdapat pada anak yang alergi terhadap susu botol/makanan.
Atau ada cedera sebelumnya, seperti gigitan serangga atau kaki terkilir.
1.3 Limfedema Tarda
Mulai membengkak setelah usia 35 tahun.
2. Limfedema sekunder
-Pembengkakan setelah operasi Atau menjalani terapi radiasi, seperti setelah operasi kanker payudara.
Kanker rahim, yang terjadi pada hampir setiap kasus (hingga 42 tahun kemudian) setelah operasi kelenjar getah bening.
– Infeksi cacing filariasis, Filariasis Limfatik
Namun masih banyak di negara-negara tropis seperti India, Bangladesh dan negara-negara di Afrika.
Limfedema Kadang-kadang ditemukan terkait dengan kelainan komponen lain, seperti tumor vaskular.
Varises (Varises) Penyakit katup vena degeneratif Trombosis vena dalam Tumor limfatik Tumor selubung saraf (SLE, asam urat, penyakit kaki diabetik)
Riwayat penyakit yang mungkin menyebabkan cedera, seperti tersandung batu, tertusuk pohon, tersengat tawon, digigit ular, tertabrak mobil, atau luka apa pun yang sebelumnya menyebabkan pembengkakan.
Pada akhirnya, komplikasi seperti dermatitis subkutan, dan limfedema dapat memburuk dengan cepat.
Ketika pola hidup dan pola makan tidak seimbang, terjadi peradangan akut pada lengan dan kaki.
Demam tinggi dan menggigil Yang sering dipahami sebagai “terinfeksi”
Limfedema bidang dalam Limfedema profunda
Jika dilihat dari luar, Anda mungkin tidak tahu kalau itu bengkak. Namun pasien merasakannya sendiri.
Kaki tampak montok tidak proporsional.
Berat badan cenderung cepat bertambah.
Terdapat pembengkakan dan selulit.
Atau jika ada alergi ayam atau susu, akan ada titik tekanan yang menyakitkan di sepanjang garis limfatik di kaki.
Berjalan terlalu cepat dan pada usia yang tidak sehat.
Mudah lelah.
Naik dan turun tangga sulit.
Berdiri itu menyakitkan.
Duduk itu menyakitkan. Itu membuat berkendara menjadi menyebalkan.
Menjadi orang yang mudah lelah Kehilangan rasa percaya diri Pada kasus yang berat
Gejala akan menjalar ke seluruh tubuh sehingga menimbulkan nyeri pada otot, badan, nyeri sendi, lengan, bahu, nyeri punggung, nyeri kepala, nyeri perut, nyeri punggung, nyeri payudara.
Perkembangan penyakit
Tahap 0: Tahap laten : Belum muncul pembengkakan.
Meskipun pembuluh limfatik rusak
Tahap 1: Pembengkakan pada malam hari yang dapat pulih secara spontan : Pembuluh limfatik rusak.
Sampai pembengkakan muncul Beberapa memiliki lesung pipit.
Namun ketika saya bangun pagi, bengkaknya sudah hilang dengan sendirinya.
Tahap 2: Pembengkakan spontan yang tidak dapat disembuhkan.
Pembuluh limfatik rusak parah.
Sampai bengkaknya muncul terus menerus, tidak hilang dengan sendirinya, kalau ditekan muncul penyok yang jelas lama-lama karena ada jelinya.
Sedimentasi membentuk lapisan di bawah kulit (babi, ikan).
Kulit secara bertahap mengeras dengan fasia yang menebal.
Tahap 3: Kaki gajah limfostatik: Pembuluh limfatik rusak parah.
Kulit menjadi keras dan bergelombang.
Tingkat keparahan pembengkakan
Level 1: Ukur keliling sisi yang bengkak. Tidak lebih dari 4 cm lebih besar dari sisi yang tidak bengkak.
Level 2: Lingkar sisi yang bengkak lebih dari 4 cm tetapi tidak lebih dari 6 cm, pembengkakan terjadi di seluruh lengan atau kaki.
Peradangan subkutan sesekali
Level 3A Lingkar sisi yang bengkak Satu sisi lebih besar 6 cm dari sisi lainnya, sering meradang, dan memiliki berbagai degenerasi kulit.
Jari gemuk, getah bening merembes melalui alur jari
Tingkat 3B sama parahnya dengan tingkat 3K, tetapi pembengkakan telah menyebar ke kaki lainnya.
Tingkat 4 : Paling parah, khas penyakit kaki gajah. Bengkak dalam kelompok, benjolan. Kulit gelap yang tampak kotor. Kulit keras.
Hanya 60rb an 1000gr Roasted Kacang Tanah Kupas (KACANG BALI) Rasa ORIGINAL- Oven – Panggang – Vegan
Mengapa Memilih Produk Minimarket Vegan – Kesehatan Vegan – Kuartet Nabati
* Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP)
* Fresh dan renyah/ garing baru panggang, produksi setiap hari kerja, maksimal 3 hari (bukan stok lama)
* Pilihan biji terbaik
* Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian
* Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal
Pumpkin Seeds, Mede, Kenari, Almond Varian rasa Oven Mentah
Mengapa Memilih Produk Minimarket Vegan – Kesehatan Vegan – Kuartet Nabati * Izin Edar PIRT , Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) / Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) * Fresh dan renyah/ garing baru panggang, produksi setiap hari kerja, maksimal 3 hari (bukan stok lama) * Pilihan biji terbaik * Higienis karena dipanggang dengan alat khusus oven kacang-kacangan dan biji-bijian * Dipanggang dengan suhu yang sesuai agar gizinya tetap maksimal * Dipanggang tanpa menggunakan minyak * Vegan (Tanpa mengandung hewani dan bawang) * Tanpa bahan pengawet #minimarketvegan #kesehatanvegan #minimarketkesehatanvegan #kuartetnabati
Kaki jamur kering 1000 gr (bobot akan naik 4-5 x lipat ketika sudah direndam, atau setara dengan 5000-6000 gr jamur segar)
Kaki jamur biasa digunakan dalam masakan vegetarian sebagai pengganti daging alami, karena seratnya yang mirip daging, terutama daging sapi. Kaki jamur banyak diolah sebagai daging rendang, empal vegetarian dan lainnya
Rilekskan Pundak dan Bahu Anda dengan Terapi yang Tepat Oleh dr. Satyawira Aryawan Deng MKM (Gizi) CHt AIFO-K AIFMO
Nyeri bahu, atau sakit pundak, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius. Beberapa penyebab umum meliputi cedera otot, tendon, atau ligamen, masalah pada sendi bahu seperti tendinitis atau frozen shoulder, dan masalah pada saraf.
Penyebab Nyeri Bahu Cedera otot, tendon, atau ligamen: Cedera ini bisa terjadi akibat olahraga, mengangkat beban berat, atau kecelakaan.
Masalah sendi bahu Tendinitis Frozen shoulder (adhesive capsulitis): Kondisi di mana bahu menjadi kaku dan sulit digerakkan karena peradangan pada kapsul sendi.
Artritis: Peradangan pada sendi bahu yang menyebabkan nyeri dan kaku.
Masalah saraf Tendon terjepit
Penyebab lain Postur tubuh yang buruk Beban kerja yang berlebihan: Penggunaan bahu yang berlebihan atau mengangkat beban berat bisa menyebabkan nyeri.
Kondisi medis lain: Beberapa kondisi medis seperti fibromyalgia atau asam urat juga bisa menyebabkan nyeri bahu.
Gejala Nyeri Bahu Nyeri di area bahu: Nyeri bisa bersifat tajam, tumpul, atau terbakar.
Kekakuan pada bahu: Sulit untuk menggerakkan bahu dengan leluasa.
Bengkak atau kemerahan pada bahu: Terutama jika disebabkan oleh cedera.
Nyeri yang menjalar ke lengan atau leher: Bisa terjadi jika ada saraf yang terjepit.
Cara Mengatasi Nyeri Bahu Istirahat dan batasi aktivitas: Hindari aktivitas yang memicu nyeri.
Pencegahan Nyeri Bahu Perbaiki postur tubuh: Duduk dan beraktivitas dengan postur yang benar.
Lakukan peregangan secara teratur: Peregangan bisa membantu mencegah ketegangan otot bahu.
Jangan mengangkat beban terlalu berat: Hindari mengangkat beban yang melebihi kemampuan bahu.
Istirahat yang cukup: Istirahat yang cukup bisa membantu mencegah kelelahan otot bahu.
Konsultasikan dengan dokter jika nyeri tidak kunjung membaik Pemeriksaan Tambahan Rontgen MRI CT scan EMG Di Terapi Nyeri dr Satya Deng, bisa mengatasi nyeri secara holistik dengan Akupunktur Akupresur Meridian Bioelektrik Sport Massage Bone Setting Elektro Akupunktur Sinar Fisioterapi
Bawang bombay (Allium cepa) dikenal luas karena khasiatnya dalam bidang kuliner dan pengobatan; namun, konsumsinya juga dapat menimbulkan efek samping tertentu.
Penelitian menyoroti berbagai efek samping mulai dari reaksi alergi hingga potensi interaksi dengan obat-obatan.
Salah satu masalah signifikan terkait konsumsi bawang bombay adalah potensi respons alergi yang dapat ditimbulkannya pada individu yang sensitif.
Alergi terhadap bawang bombay dapat bermanifestasi dengan gejala seperti gangguan gastrointestinal, ruam kulit, atau kesulitan bernapas (Zhao et al., 2021).
Respons ini diduga dipicu oleh protein spesifik yang ditemukan dalam bawang bombay, yang dapat memicu reaksi imun pada populasi yang rentan.
Khusus individu dengan riwayat alergi terhadap spesies Allium lainnya mungkin berisiko lebih tinggi saat mengonsumsi bawang bombay (Zhao et al., 2021).
Potensi reaksi alergi terhadap konsumsi bawang. Penelitian telah mendokumentasikan alergi bawang, di mana gejalanya dapat berkisar dari reaksi kulit ringan hingga anafilaksis berat (Pulido et al., 2010; Pérez‐Calderón et al., 2002).
Prevalensi alergi bawang pada populasi tertentu telah dilaporkan sekitar 8%, tetapi penting untuk dicatat bahwa hanya sebagian kecil dari individu ini yang mengalami gejala klinis yang terkait dengan paparan bawang (Pulido et al., 2010; Gul & Hussain, 2021).
Selain itu, reaksi anafilaksis, meskipun jarang, telah didokumentasikan, termasuk kasus di mana individu mengembangkan respons berat segera setelah konsumsi bawang, yang menyebabkan komplikasi seperti infark miokard (Hsu et al., 2012).
Sensitisasi terhadap alergen bawang sering terjadi pada individu dengan riwayat alergi terhadap tanaman terkait dalam famili Liliaceae, seperti bawang putih (Rajkumar et al., 2015).
Selain reaksi alergi, konsumsi bawang merah dikaitkan dengan gangguan gastrointestinal, termasuk kembung dan perut kembung, terutama karena kandungan fruktannya yang tinggi, sejenis karbohidrat yang dapat mengganggu pencernaan pada beberapa individu (BahramParvar & Lim, 2018).
Bawang bombay dilaporkan memengaruhi metabolisme glukosa, yang dapat menjadi masalah bagi penderita diabetes.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bawang Bombay dapat menurunkan kadar glukosa (Aykan & Aykan, 2018; .
Namun, beberapa penelitian juga menunjukkan potensi peningkatan kadar glukosa darah segera setelah konsumsi pada subjek diabetes, yang dapat mempersulit pengobatan Lee et al., 2013).
Oleh karena itu, pasien yang mengonsumsi obat antidiabetik harus memantau kadar glukosa mereka secara ketat saat memasukkan bawang bombay ke dalam makanan mereka untuk menghindari hipoglikemia (Aykan & Aykan, 2018; Lee et al., 2013).
Lebih jauh lagi, bawang bombay dapat mengganggu metabolisme obat-obatan tertentu, terutama yang memengaruhi fungsi trombosit.
Bawang bombay menunjukkan efek antitrombosit, yang dapat meningkatkan risiko pendarahan jika dikonsumsi bersamaan dengan obat antikoagulan atau antiplatelet, seperti aspirin (Ali et al., 2000).
Selain itu, konsumsi bawang bombay secara teratur, terutama dalam bentuk mentah, dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang. Gejalanya mungkin termasuk kembung, gas, dan nyeri perut karena kandungan fruktannya yang tinggi, yang dapat diserap dengan buruk pada individu yang sensitif (Zhao et al., 2021). Gejala gastrointestinal tersebut, meskipun tidak serius, dapat memengaruhi kenyamanan dan pilihan makanan secara keseluruhan bagi mereka yang terkena dampaknya.
Masalah pencernaan tersebut dapat memengaruhi kemampuan pilot untuk berkonsentrasi dan bekerja secara optimal selama penerbangan, terutama di bawah tekanan.
Sebaliknya, konsumsi bawang merah menunjukkan efek kompleks yang memerlukan kehati-hatian.
Satu studi menunjukkan bahwa asupan sayuran allium yang lebih tinggi, yang meliputi bawang merah dan bawang putih, berkorelasi dengan fleksibilitas kognitif yang lebih rendah dan kecepatan pemrosesan kognitif yang terganggu dalam konteks tertentu (Haskell-Ramsay & Docherty, 2023; Domínguez & Barbagallo, 2016).
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun komponen tertentu seperti quercetin dapat meningkatkan kemampuan kognitif, konsumsi bawang merah yang berlebihan dapat menghasilkan hasil yang berkurang atau bahkan efek buruk pada aspek kognitif tertentu.
Lebih jauh lagi, bawang merah dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama yang memengaruhi kadar glukosa darah. Secara khusus, efek bawang merah dalam menurunkan glukosa memerlukan kehati-hatian di antara pasien diabetes yang mungkin sudah mengonsumsi obat antidiabetik (Aykan & Aykan, 2018).
Orang yang mengonsumsi obat-obatan tersebut harus berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum meningkatkan asupan bawang bombay secara signifikan untuk mengurangi risiko efek samping.
Kesadaran akan potensi interaksi dengan obat-obatan dan kecenderungan reaksi alergi atau ketidaknyamanan gastrointestinal sangat penting untuk mengintegrasikan bawang bombay dengan aman ke dalam praktik diet seseorang.
Efek Bawang Dalam Praktek Meditasi
Selain itu, semakin banyak pengakuan bahwa meditasi dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan, terkadang dikategorikan sebagai pengalaman yang merugikan (Cebolla et al., 2017).
Meskipun survei tersebut tidak berfokus pada efek diet, survei tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana makanan tertentu, seperti bawang—yang dapat memiliki dampak fisiologis dan psikologis—dapat memengaruhi pengalaman meditasi.
Praktik meditasi tertentu dapat menyebabkan pengalaman yang tidak menyenangkan, terutama selama retret atau praktik yang berkepanjangan, yang mungkin diperburuk oleh faktor makanan, termasuk potensi kepekaan atau alergi.
Individu dengan kepekaan terhadap bawang dapat mengalami ketidaknyamanan fisik atau masalah gastrointestinal, yang mengganggu kondisi meditasi (Schlosser et al., 2019).
Bawang & Amonia
Keberadaan amonia dalam bawang bombay dan potensi efeknya telah menarik perhatian terutama karena peran amonia dalam proses fisiologis dan karakteristik sensorik yang terkait dengan sayuran ini.
Penting untuk menguraikan berbagai aspek mengenai pembentukan amonia yang terkait dengan bawang bombay.
Pertama, produksi amonia dalam bawang bombay telah didokumentasikan, terutama yang berkaitan dengan pembusukan dan kualitas.
Ibaraki dkk. melaporkan bahwa pembentukan amonia berkorelasi dengan kerusakan bawang bombay yang baru dipotong, dengan mencatat bahwa amonia menjadi terdeteksi bersamaan dengan perubahan sensorik, termasuk adanya bau yang tidak sedap (Ibaraki dkk., 2001).
Hal ini menunjukkan bahwa pelepasan amonia dapat berdampak negatif pada pengalaman sensorik saat bawang bombay tidak segar, yang berpotensi menyebabkan peningkatan persepsi pembusukan.
Beberapa penelitian telah menyelidiki efek bawang bombay pada proses metabolisme, khususnya yang berkaitan dengan kadar amonia dalam rumen ternak. El-Kassim dkk. menemukan bahwa suplemen bawang bombay meningkatkan konsentrasi amonia-N dalam cairan rumen, yang mengisyaratkan bahwa kadar amonia sistemik dapat meningkat setelah konsumsi (El-Kassim dkk., 2018).
Meskipun temuan ini berakar pada penelitian hewan, temuan ini menunjukkan fenomena serupa, meskipun lebih sedikit, dapat terjadi pada manusia.
Selain itu, dampak fisiologis amonia terkait erat dengan metabolisme nitrogen dalam sistem tanaman.
Aktivitas enzim, seperti fenilalanina amonia-liase, sangat penting dalam mensintesis dan memodulasi senyawa yang dapat memengaruhi kadar amonia dalam bawang bombay (Hussein dkk., 2018).
Sementara temuan ini terutama membahas patologi tanaman dan mekanisme resistensi, temuan ini menyoroti interaksi kompleks yang melibatkan amonia dalam biokimia bawang.
Ammonia yang terlepas sebagai produk sampingan dikeluarkan oleh ginjal sebagai urea dalam proses metabolik, karena ammonia merupakan unsur yang amat toksik (beracun), khususnya terhadap otak.
Produksi amonia dalam bawang dapat meningkatkan rasa dan aroma, keberadaannya—terutama yang terkait dengan pembusukan—dapat menyebabkan pengalaman sensorik yang merugikan.
Konsumsi bawang juga dapat berkorelasi dengan peningkatan kadar amonia yang dapat menyebabkan masalah gastrointestinal atau pernapasan dalam keadaan tertentu.
Sebagai kesimpulan, meskipun bawang merah dapat memberikan manfaat kesehatan, bawangdapat menimbulkan efek samping yang signifikan, terutama reaksi alergi dan masalah gastrointestinal, yang dapat memengaruhi individu dalam peran penting seperti pilot.
Kehati-hatian harus dilakukan untuk menilai toleransi individu dan melindungi diri dari kemungkinan reaksi alergi yang parah saat mempertimbangkan konsumsi bawang.
Referensi
Afewerki, S., Sheikhi, A., Kannan, S., Ahadian, S., & Khademhosseini, A. (2018). Gelatin‐polysaccharide composite scaffolds for 3d cell culture and tissue engineering: towards natural therapeutics. Bioengineering & Translational Medicine, 4(1), 96-115. https://doi.org/10.1002/btm2.10124
Ali, M., Thomson, M., & Afzal, M. (2000). Garlic and onions: their effect on eicosanoid metabolism and its clinical relevance. Prostaglandins Leukotrienes and Essential Fatty Acids, 62(2), 55-73. https://doi.org/10.1054/plef.1999.0124
Aykan, D. and Aykan, A. (2018). Factors associated with the concomitant use of cardiovascular drugs and dietary herbal products: a cross-sectional study. Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics, 24(2), 146-152. https://doi.org/10.1177/1074248418794938
Ayudiarti, D., Suryanti, S., & Oktavia, D. (2020). The effect of different types and gelatin concentrations on ice cream quality. E3s Web of Conferences, 147, 03026. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202014703026
Dominko, R., Gaberšček, M., Bele, M., Drofenik, J., Skou, E., Würsig, A., … & Jamnik, J. (2004). Understanding the role of gelatin as a pretreating agent for use in li-ion batteries. Journal of the Electrochemical Society, 151(7), A1058. https://doi.org/10.1149/1.1758813
Kawai, H., Nakagawa, I., Nishimura, F., Motoyama, Y., Park, Y., Nakamura, M., … & Ikada, Y. (2014). Effectiveness of a new gelatin sealant system for dural closure. Neurological Research, 36(10), 866-872. https://doi.org/10.1179/1743132814y.0000000342
Lam, P., Gambari, R., Kok, S., Lam, K., Tang, J., Bian, Z., … & Chui,
Lee, C., Lee, H., Cha, Y., Joo, W., Kang, D., & Moon, J. (2013). In vivo investigation of anti-diabetic properties of ripe onion juice in normal and streptozotocin-induced diabetic rats. Preventive Nutrition and Food Science, 18(3), 169-174. https://doi.org/10.3746/pnf.2013.18.3.169
Liang, H., Chang, W., Lin, K., & Sung, H. (2003). Genipin‐crosslinked gelatin microspheres as a drug carrier for intramuscular administration: in vitro and in vivo studies. Journal of Biomedical Materials Research Part A, 65A(2), 271-282. https://doi.org/10.1002/jbm.a.10476
Vall-llosera, M., Jessen, F., Henriet, P., Marie, R., Jahromi, M., Sloth, J., … & Casanova, F. (2020). Physical stability and interfacial properties of oil in water emulsion stabilized with pea protein and fish skin gelatin. Food Biophysics, 16(1), 139-151. https://doi.org/10.1007/s11483-020-09655-7
Xing, Q., Yates, K., Vogt, C., Qian, Z., Frost, M., & Zhao, F. (2014). Increasing mechanical strength of gelatin hydrogels by divalent metal ion removal. Scientific Reports, 4(1). https://doi.org/10.1038/srep04706
Zhao, X., Lin, F., Li, H., Li, H., Wu, D., Geng, F., … & Gan, R. (2021). Recent advances in bioactive compounds, health functions, and safety concerns of onion (allium cepa l.). Frontiers in Nutrition, 8. https://doi.org/10.3389/fnut.2021.669805
Aykan, D. and Aykan, A. (2018). Factors associated with the concomitant use of cardiovascular drugs and dietary herbal products: a cross-sectional study. Journal of Cardiovascular Pharmacology and Therapeutics, 24(2), 146-152. https://doi.org/10.1177/1074248418794938
BahramParvar, M. and Lim, L. (2018). Fresh‐cut onion: a review on processing, health benefits, and shelf‐life. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 17(2), 290-308. https://doi.org/10.1111/1541-4337.12331
Gul, S. and Hussain, S. (2021). Onion and garlic induction of severe allergic reactions: sparse reporting cases. Bangladesh Journal of Medical Science, 20(4), 871-877. https://doi.org/10.3329/bjms.v20i4.54147
Hsu, L., Hou, S., Wu, B., Wang, T., & Hung, T. (2012). Onion-induced anaphylactic shock rapidly evolving to allergic right ventricular myocardial infarction and subsequent cardiogenic shock. Journal of Acute Medicine, 2(4), 117-120. https://doi.org/10.1016/j.jacme.2012.08.002
Pulido, O., Gillespie, Z., & Godefroy, S. (2010). The canadian criteria for the establishment of new priority food allergens: evidence for the inclusion of mustard and insufficient evidences for garlic and onion as priority allergens in canada., 75-130. https://doi.org/10.1002/9780470644584.ch4
Rajkumar, H., Ramagoni, R., Anchoju, V., Vankudavath, R., & Syed, A. (2015). De novo transcriptome analysis of allium cepa l. (onion) bulb to identify allergens and epitopes. Plos One, 10(8), e0135387. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0135387
Domínguez, L. and Barbagallo, M. (2016). Dietary approaches and supplements in the prevention of cognitive decline and alzheimer’;s disease. Current Pharmaceutical Design, 22(6), 688-700. https://doi.org/10.2174/1381612822666151204000733
Haskell‐Ramsay, C. and Docherty, S. (2023). Role of fruit and vegetables in sustaining healthy cognitive function: evidence and issues. Proceedings of the Nutrition Society, 82(3), 305-314. https://doi.org/10.1017/s0029665123002999
Cebolla, A., Demarzo, M., Martins, P., Soler, J., & García‐Campayo, J. (2017). Unwanted effects: is there a negative side of meditation? a multicentre survey. Plos One, 12(9), e0183137. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0183137
Schlosser, M., Sparby, T., Vörös, S., Jones, R., & Marchant, N. (2019). Unpleasant meditation-related experiences in regular meditators: prevalence, predictors, and conceptual considerations. Plos One, 14(5), e0216643. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0216643
•Gelatin adalah polimer alami tanpa rasa yang berasal dari kolagen. Gelatin ditemukan di bagian tubuh hewan dan diekstraksi dengan merebusnya menggunakan air.
•Sebagian besar berasal dari kulit, tulang, dan ligamen sapi dan babi yang disembelih oleh industri daging.
•Meskipun gelatin sering dianggap sebagai produk sampingan, penggunaannya dalam berbagai hal mulai dari obat-obatan hingga makanan membuatnya bernilai komersial.
•Gelatin merupakan biopolimer yang banyak digunakan yang berasal dari kolagen, yang umumnya ditemukan pada kulit dan tulang hewan. Meskipun memiliki banyak aplikasi dalam bidang pangan, farmasi, dan rekayasa biomedis, penting untuk mempertimbangkan potensi efek samping dan risiko yang terkait dengan penggunaannya.
•Salah satu perhatian utama terhadap gelatin, terutama jika bersumber dari sapi atau babi, adalah risiko kontaminasi prion, yang dapat menyebabkan Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) dan penyakit lainnya.
•Laporan telah menunjukkan bahwa meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi kesehatan lainnya menyatakan bahwa metode pemrosesan gelatin membuatnya aman, tetap ada risiko teoritis penyakit prion yang terkait dengan produk yang berasal dari hewan (Kawai et al., 2014; Afewerki et al., 2018).
•Area lain yang perlu diperhatikan adalah potensi reaksi alergi, khususnya pada individu yang memiliki kepekaan terhadap protein tertentu yang terdapat dalam gelatin.
Telah didokumentasikan bahwa beberapa pasien mungkin mengalami respons alergi, yang menyebabkan berbagai gejala, termasuk ruam kulit dan gangguan gastrointestinal; namun, studi kuantitatif spesifik tentang aspek ini terbatas (Dominko et al., 2004).
•Selain itu, gelatin telah dikaitkan dengan masalah sitotoksisitas, khususnya bila digunakan dalam sistem penghantaran obat atau sebagai perancah dalam rekayasa jaringan.
•Misalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa gelatin dapat menunjukkan efek sitotoksik dalam kondisi tertentu, yang dapat membatasi kemanjuran dan keamanannya dalam aplikasi medis (Lam et al., 2014; Liang et al., 2003).
•Lebih jauh lagi, sifat mekanis gelatin menghadirkan tantangan; gelatin dikenal karena kekuatan mekanisnya yang relatif lemah dan kerentanannya terhadap degradasi enzimatik. (Xing et al., 2014; Afewerki et al., 2018).
•Penggabungan agen pengikat silang, meskipun bermanfaat untuk meningkatkan stabilitas, juga dapat menimbulkan masalah toksisitas, karena beberapa agen berbahaya bagi sel manusia (Lam et al., 2014; Liang et al., 2003).
•Singkatnya, meskipun gelatin merupakan biomaterial berharga dengan beragam aplikasi, penggunaannya bukan tanpa risiko.
•Kekhawatiran mengenai penyakit prion, reaksi alergi, sitotoksisitas, dan kebutuhan penguatan untuk meningkatkan sifat mekanis menyoroti perlunya pertimbangan cermat terhadap sumber dan formulasi gelatin dalam aplikasi praktis.